Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Tradisional

Bisnis87 Dilihat

MEDAN – Tim Satgas Pangan Polda Sumut bersama Disperindag Sumut melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional Kota Medan, Rabu (26/2/2025).

Sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2025.

Pantauan di lapangan, Satgas Pangan Polda Sumut awalnya mendatangi pasar tradisional Kelurahan di Sei Sikambing dan Pasar Petisah Medan.

BACA JUGA :  Workshop “UMKM Go Modern dan Ekspor Pasti Bisa”, Kolaborasi INALUM dan Pemkab Batubara Dorong UMKM Naik Kelas

Di dua lokasi itu, petugas bertemu dan berinteraksi dengan sejumlah pedagang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, bawang dan daging. Seluruh bapokting itu tetap tersedia dalam jumlah yang cukup.

Kasubdit Indagsi Dit Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Edryan Wiguna mengatakan, sidak yang dilakukan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan serta mencegah terjadinya penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat di Kota Medan.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Asahan Sidak Kantor Pelayanan, Temukan ASN dan Honorer Kurang Disiplin

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat tetap aman, khususnya menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Edryan mengungkapkan, secara umum ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih mencukupi dan sampai saat ini bapokting di wilayah Kota Medan rata-rata masih dengan harga yang stabil.

“Tentunya petugas juga mencatat perkembangan harga guna mencegah adanya lonjakan harga yang tidak wajar selama Ramadan hingga Hari Raya Iedul Fitri 2025,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Telkomsel Raih Best in Future of Customer Experience di Ajang IDC Future Enterprise Awards 2024

Dia menyebutkan, Tim Satgas Polda Sumut akan memberikan tindak tegas apabila menemukan adanya penimbunan bahan pokok penting (bapokting) yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita juga nantinya akan mengecek gudang-gudang distributor guna mengantisipasi penimbunan. Apabila ditemukan adanya penyimpangan akan diberikan tindak dan sanksi tegas,” pungkasnya. (Red)