Sakit Hati Diejek Anak Haram, Pria di Asahan Racuni Sopir Bus hingga Tewas

Hukum63 Dilihat

ASAHAN – Rahmad Saputra (21), pekerja di salah satu warung makan kawasan kompleks Graha Terminal Madya Kisaran, Kabupaten Asahan tega menghabisi nyawa seorang sopir bus bernama Thunder (40). Pelaku mengaku sakit hati lantaran kerap dikatain korban dengan sebutan anak haram.

Hal itu terungkap setelah penyidik Polres Asahan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku.

BACA JUGA :  Kejati Sumut Hentikan 24 Perkara dengan Pendekatan RJ Hingga Pertengahan April 2024

“Menurut pengakuan pelaku, dia merasa sakit hati dan kesal karena terus terusan dikatai oleh korban dengan ucapan ‘anak haram’ hingga dia berencana menghabisi nyawa korban,” kata Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, Rabu (25/12/2024).

Adapun pelaku membunuh korban dengan cara lebih dulu meracuni dan kemudian menganiayanya. Pengakuan tersangka, minuman korban dicampur dengan racun tikus.

BACA JUGA :  Buntut Penahanan 4 Debt Collector : PT TAF Laporkan Debitur ke Poldasu Kasus Penggelapan Mobil, Dokter LP Terancam Terseret Kasus Penadahan

“Berdasarkan hasil visum yang kami lakukan terhadap korban, pelaku lebih dahulu meracuni minuman yang dibuatnya untuk korban. Setelahnya, korban merasa lemas. Dalam kondisi tersebut, pelaku melakukan penganiayaan dengan benda tumpul hingga tewas,” kata Kapolres.

Diketahui antara keduanya juga belum terlalu lama saling kenal. Korban yang berprofesi sebagai sopir bus antar kota ini kerap menumpang tidur di warung tempat pelaku bekerja.

BACA JUGA :  Wakapolrestabes Medan Hadiri Pendistribusian Zakat pada Duafa

“Mereka kenal belum lama,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, atas tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(dtk/bj)