Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran

Sumut658 Dilihat

MEDAN– Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus diprioritaskan untuk kepentingan kedinasan dan mendukung efisiensi anggaran pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (12/5/2026) menyusul hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut telah menggunakan penanda khusus berupa stiker kolaborasi pada kendaraan operasional pemerintah.

BACA JUGA :  Kapoldasu Apresiasi Kesiapan Bupati Madina Jalankan Program Presiden

Menurut Bobby, langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu pengawasan agar kendaraan dinas tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Alhamdulillah hampir semua OPD sudah memakai dan mendapat respons positif dari masyarakat,” ujar Bobby.

Ia menegaskan program tersebut tidak menggunakan anggaran khusus pemerintah, melainkan hanya berupa imbauan untuk meningkatkan disiplin penggunaan fasilitas negara.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Bersama APH Terus Perkuat Perang Melawan Narkoba, hingga Larangan ASN Gunakan Vape

“Ini bukan menggunakan anggaran khusus. Kita hanya mengimbau agar kendaraan dinas benar-benar dipakai untuk kegiatan kedinasan,” katanya.

Bobby mengatakan kebijakan itu juga menjadi bagian dari upaya efisiensi di lingkungan Pemprov Sumut, terutama dalam menekan pengeluaran bahan bakar kendaraan operasional.

Menurutnya, sebagian besar kendaraan dinas masih menggunakan bahan bakar solar yang saat ini mengalami kenaikan biaya.

“Di masa efisiensi ini kita harus melihat penggunaan kendaraan lebih efektif. Banyak kendaraan memakai solar dan biaya bahan bakar sekarang cukup tinggi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pengamat Ekonomi Apresiasi Gubernur Bobby Berantas Pungli di Kawasan Wisata, Sebut Kunci Perbaikan Citra dan PAD

Karena itu, Bobby meminta seluruh OPD lebih selektif menggunakan kendaraan dinas dan memprioritaskan perjalanan yang benar-benar berkaitan dengan tugas pemerintahan.

“Pilih kegiatan yang memang prioritas dan penting agar penggunaan kendaraan operasional lebih efisien,” pungkasnya. (Red)