Melalui BTM, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Ekonomi

Bisnis118 Dilihat

JOGJA- Muhammadiyah terus berupaya memperkuat dakwah ekonomi melalui pembangunan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau setingkat kabupaten/kota. BTM Merupakan gerakan dakwah ekonomi Muhammadiyah, dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada mengatakan saat ini Muhammadiyah tidak hanya fokus pada pendidikan dan kesehatan, namun seiring waktu berjalan kini mengarah ke korporasi ekonomi sebagai salah satu dakwahnya. Karena seiring perkembangan, Muhammadiyah memiliki kapasitas kuat untuk melakukan kapitalisasi aset.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Lakukan Pengawasan dan Penertiban Angkutan Bus Pariwisata di UPPKB Sibolangit

“Tidak hanya sebatas tatanan strategis dan praksis tetapi meluas hingga wilayah strategis manajemen,” katanya dalam Muhammadiyah Microfinance Summit III di Jogja, Jumat (13/12/2024).

Ihwan memberikan gambaran terkait raksasa teknologi Microsoft melakukan restorasi manajemen sehingga menghasilkan keuntungan yang besar. Hal itu bisa menjadi pelajaran bagi persyarikatan dalam konteks memperluas radius dahwah ekonomi berjamaah di semua lini dengan semangat satu PDM satu BTM. Meski belum semua PDM di Indonesia memiliki bTM namun ke depan harus menjadi langkah kuat.

BACA JUGA :  2023, Inflasi Sumut Diprakirakan Lebih Rendah Dibanding 2022

“BTM kami di Jogja berdiri sejak 1996, memang perlu nafas panjang untuk memperjuangkan ekonomi,” katanya.

Ketua Panitia Induk BTM Achmad Suud menambahkan melalui Muhammadiyah Microfinance Summit III diharapkan dapat membangkit seluruh sistem dan umat di persyarikatan Muhammadiyah agar punya komitmen bersama dalam membangun ekonomi. Karena setiap upaya pengembangan ekonomi akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

BACA JUGA :  Medan Pasar Potensial, GWM Indonesia Resmikan Dealer GWM SM Raja Pertama di Sumut

“Salah satunya melalui satu BTM di setiap satu PDM. Bagaimana kita membangun BTM agar bisa berkembang. Karena BTM ini lahir karena memang dahulu lembaga keuangan lain dinilai nilai tawarnya terlalu rendah,” katanya. (hjgj/isl)