Pengamat Ekonomi : AS Bebaskan Tarif Impor Barang Elektornik China, Pasar Keuangan Berbalik ke Zona Hijau

Bisnis88 Dilihat

MEDAN – Pengamatan Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menuturkan, data penjualan kendaraan bermotor, penjualan mobil serta data cadangan devisa tanah air akan menjadi data pembuka pada perdagangan awal pekan ini.

Yang paling dinanti pelaku pasar adalah data cadangan devisa. Data dari tanah air lainnya adalah indeks kepercayaan konsumen dan penjualan ritel. Sementara itu dalam sepekan kedepan pelaku pasar akan menanti agenda ekonomi besar seperti pertumbuhan ekonomi China, penjualan ritel AS dan pidato Gubernur Bank Sentral AS, ujarnya di Medan, Senin (14/4) siang.

BACA JUGA :  Telkomsel Hadirkan Paket Eksklusif Surprise Deal Spesial Imlek

Gunawan menambahkan Agenda ekonomi tersebut akan sangat menentukan arah kinerja pasar keuangan kedepan. Walaupun pelaku pasar akan lebih banyak digerakan oleh kebijakan kenaikan tarif impor AS, yang belakangan kerap berubah-ubah. Terakhir, AS menghapuskan tarif untuk sejumlah kebutuhan barang elektronik dari China seperti Laptop, katanya.

“Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi pasar keuangan di Asia. Dimana pada perdagangan hari ini, pasar saham di Asia mayoritas ditransaksikan di zona hijau. Namun IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah di level 6.225. Berbeda dengan IHSG, mata uang rupiah ditransaksikan menguat tipis di level 16.775 per US Dolar”, jelas Gunawan.

BACA JUGA :  Suwarno Ajak Pedagang Kolaborasi untuk Pasar yang Lebih Nyaman

Disebutkan, rilis data ekonomi pada perdagangan hari ini menunjukkan bahwa kinerja pasar keuangan tanah air tengah dinaungi kabar positif. IHSG dan Rupiah berpeluang untuk bergerak di zona hijau. Sikap waspada pelaku pasar tertuju pada rilis data cadangan devisa yang bisa merubah pergerakan pasar. Disisi lain, harga emas ditransaksikan menguat ke level $3.224 per ons troy, atau sekitar 1.75 juta per gram, pungkas Gunawan.(abi)