Begini Cara Dua Pelaku Menghabisi Nyawa Driver Online Fedrick

News32 Dilihat

MEDAN Kedua pelaku pembunuhan Michael Fedrick Pakpahan, Kasrani dan Agung Pradana telah merencanakan aksi perampokan disertai pembunuhan itu. Sebelum melakukan aksinya, keduanya telah mempersiapkan sebuah palu dan kain sarung untuk menghabisi nyawa alumni Fakultas Pertanian USU itu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan menerangkan, keduanya memesan taxi online menggunakan handphone milik Kasrani, Minggu (6/4/2025). Keduanya pun dijemput Fedrick di wilayah Sunggal. Dalam perjalanannya, kedua pelaku meminta Fedrick berhenti dengan alasan hendak menelpon keluarga.

BACA JUGA :  Reclassering Diharapkan Selesaikan Konflik Lahan di Langkat

“Keduanya mempersiapkan palu dan sarung. Lalu AP membekap dengan sarung dari belakang, lalu mencekik dan K memukul pakai palu. K yang duduk di samping korban. Lalu ditarik ke jok belakang, disitu dipastikan korban meregang nyawa,” ucap Gidion.

Usai memastikan korban tewas, keduanya pergi ke kawasan Langkat. Disana, korban dimasukkan ke dalam karung dan diberi pemberat batu dan dibuang ke muara untuk menghilangkan jejak.

BACA JUGA :  Siapkan SDM Unggul, Partai Gelora Indonesia Luncurkan Program 'GELORAKAN GEN 170'

“Lalu keduanya ke rumah kerabatnya, disitu kita temukan plat asli mobil korban. Lalu baju korban ada bercak darah dan alas kaki mobil juga terdapat bercak darah,” tutur Gidion.

Sementara pelaku Kasrani mengaku bahwa ia kali pertama berurusan dengan polisi. Dikatakannya, ia nekat melakukan perampokan agar Agung dapat bekerja menggunakan mobil tersebut. Sebelumnya, ia bekerja sebagai buruh bangunan, sementara anaknya, Agung Pradana bekerja sebagai driver ojek online.

BACA JUGA :  Forum Lintas Perangkat Daerah Wadah Strategis Menyusun RPJMD Langkat

“Baru pertama kali, niatnya mobilnya untuk anak dipakai bekerja. Saya kerja tukang bangunan, pemasang keramik,” ucapnya. (RED)