Blokir Jalan Depan Mapolda Sumut, Massa Desak Tangkap Aktor Intelektual Penyerangan Selambo

News81 Dilihat

MEDAN – Ratusan warga Jalan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang melakukan aksi blokir Jalan SM Raja, depan Mapolda Sumut, Rabu (30/10/2024).

Akibatnya, ruas jalan dari Tanjungmorawa menuju Medan sempat macet hingga beberapa kilometer.

Massa berpakaian merah itu datang berkonvoi menaiki sepeda motor dari tempat tinggal mereka. Para pendemo juga membawa mobil ambulans, kerenda dan peti mati sebagai simbol jatuhnya korban jiwa saat kerusuhan di Selambo.

BACA JUGA :  Artis Kota Medan Terra Jannah Meriahkan Deklarasi Komunitas DELI RETRO 70s di Cafe Kopi Kereta Api

Setelah sempat bernegosiasi dengan petugas kepolisian, akhirnya massa bergeser aksi di depan pintu gerbang I SPKT Mapolda Sumut.

Pimpinan aksi, L Sihombing menyebutkan, kedatangan mereka berkaitan dengan penyerangan yang dilakukan puluhan orang pada 22 Oktober 2024 lalu. Penyerangan itu mengakibatkan dua warga tewas dan delapan lainnya terluka.

Menurut Sihombing, aktor intelektual penyerangan itu masih bebas berkeliaran karena belum ditangkap. Padahal, 11 orang termasuk ketua geng motor sudah ditangkap pihak Polrestabes Medan.

BACA JUGA :  Rutan Kabanjahe Raih Penghargaan Unit Pelayanan Berbasis Hak Asasi Manusia

Mereka menduga, penyerangan itu ataa suruhan pengembang properti supaya mereka hengkang dari lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II tersebut.

“Kami menuntut siapa sebenarnya aktor dan dalangnya, agar aktor intelektual di balik penyerangan ini secepatnya ditangkap,” ujar L Sihombing.

Dia menyebut, penyerangan
di Selambo sudah lima kali terjadi dan yang paling parah sebulan belakangan hingga mengakibatkan dua orang tewas.

Mereka mengancam, apabila Polda Sumut tidak menangkap aktor intelektual dibalik penyerangan di Selambo, akan kembali memblokir jalan hingga nginap di depan Polda Sumut.

BACA JUGA :  Digelar 16 - 19 Maret 2023, Prime Hadirkan Wedding Expo Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Sebab, buntut penyerangan itu membuat mereka merasa trauma dan ketakutan saat beraktivitas.

“Apabila pihak kepolisian tidak mampu menangkap, masyarakat Selambo akan melakukan aksi pemblokiran jalan dan menginap di halaman Polda Sumut, karena masyarakat Selambo sampai pada hari ini trauma kepanjangan, dan mereka takut setiap keluar,” pungkasnya. (Red)