Dua Terdakwa Perkara Perdagangan 1.2 Kg Sisik Tenggiling Dituntut 1.5 Tahun Penjara

News120 Dilihat

MEDAN-Oktario Sitio alias Rio dan Bernando Gultom alias Ucok terdakwa perkara perdagangan sisik tenggiling 1,2 kg dituntut pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara dan masing-masing denda Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan, Selasa (3/10/23).

Dalam membacakan tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Asepte Ginting, menilai kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana perdagangan sisik tenggiling seberat 1.2 kg. 

BACA JUGA :  Guro-Guro Aron Kuala Tigabinanga Siap Digelar Akhir Juni 2025

Sebagaimana, dikatakan Asep, dalam dakwaan primer JPU, yakni Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) Huruf d Undang-Unsang (UU) RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perdagangan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain dari satwa yang dilindungi,” ucapnya Pengadilan Negeri (PN) Medan.

BACA JUGA :  Dikibusi Warga Lagi Transaksi Ganja 135 Kg, Supriadi Terancam Hukuman Mati

Selanjutnya, Jaksa Asep pun membacakan poin tuntutannya di hadapan Majelis Hakim yang diketuai As’ad Rahim. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Oktario Sitio alias Rio dan terdakwa Bernando Gultom alias Ucok oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan,” tegasnya di ruang sidang Cakra 6.

BACA JUGA :  Pengurus FJPI Sumut Periode 2021-2024 Dilantik

JPU Asep pun menjelaskan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap kedua terdakwa. Kata Asep, hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam melindungi tumbuhan ataupun satwa yang dilindungi. 

“Sementara, hal-hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan di dalam persidangan, serta mengakui dan menyesali perbuatannya,” jelasnya. (Red)