Heboh, Warga Temukan Mayat Perempuan di Perkebunan Sawit

News132 Dilihat

DELI SERDANG – Warga heboh dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan bersimbah darah di perkebunan sawit, di Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Kamis (12/12/24) pagi.

Diduga, jasad perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan. Pasalnya, saat ditemukan di perut perempuan itu masih tertancap sebilah pisau.

Penemuan itu membuat heboh warga sekitar lokasi. Pantauan wartawan, petugas kepolisian hingga saat ini masih berada di lokasi mencari barang bukti lain. Sementara lokasi telah di pasang garis polisi.

BACA JUGA :  Bersama Wali Kota-Wali Kota  Peserta Pertemuan IMT GT, Bobby Nasution Tanam Pohon di Taman Gajah Mada

Informasi yang diperoleh menyebutkan, jasad perempuan tersebut diketahui bernama M.S (33) yang tinggal di Jalan Jatirejo, Desa Sampali.

Informasi diperoleh dari abang ipar korban, penemuan itu pertama kali diketahui, Rabu (11/12/2024) malam. Saat itu, seorang anak yang belum diketahui identitasnya mengatakan, melihat sesosok mayat di dalam perkebunan sawit.

Warga yang mendengar itu mencoba mencari keberadaan mayat tersebut. Hingga tengah malam, warga yang tidak mendapati mayat tersebut pun beranjak pulang.

BACA JUGA :  Revitalisasi Stadion Teladan Gunakan APBD Capai 67 Persen

“Tadi malam sudah heboh. Ada anak katanya mencari bebeknya hilang. Dia mencari ke dalam kebun itu. Kami cari sampai malam tidak ketemu,” ujar warga inisial G.

Lanjutnya, Kamis pagi warga mendapat kabar bahwa jasad M ditemukan di tengah perladangan sawit. Saat ditemukan, kondisinya telah tewas dan di perutnya masih tertancap sebilah pisau.

BACA JUGA :  Pembunuh Mahasiswi Polmed Medan, Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

“Tadi pagi baru ributnya. Saya belum tau kalau itu ipar saya. Setelah saya lihat ternyata benar itu ipar saya,” lanjutnya.

Dikatakannya, korban yang memiliki tiga anak itu terakhir kali terlihat, Selasa (10/12/24) pagi.

Hingga saat ini, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP Japri Binsar Simamora ketika dikonfirmasi belum memberikan keterangan. (Red)