Ketua DPD PDIP Sumut Minta Pengurus dan Kader Perhatikan Anak Yatim Piatu

News148 Dilihat

SAMOSIR – Di sela-sela kegiatan Pendidikan Kader Pratama, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (PDIP Sumut) Drs Rapidin Simbolon MM, membagikan 200 paket seragam sekolah, 350 paket sembako dan lampu solar cell kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu di Desa Gaol Simbolon dan Simbolon Purba Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir pada Minggu (20/3/2022).

Rapidin Simbolon meminta seluruh kader PDIP di akar rumput, terutama pengurus PAC dan Ranting, untuk lebih peduli terhadap masyakat krang mampu, anak yatim piatu dan anak terlantar di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA :  Raih Penghargaan Adipura, Walkot Bobby Berhasil di Program Prioritas Kebersihan

“Sebagai kader yang berada langsung di tengah-tengah masyarakat, saya ingatkan agar pengurus PAC dan Ranting untuk tidak abai terhadap kehidupan anak yatim piatu, terutama soal pendidikan mereka. Karena sudah menjadi visi kita sebagai Partai Wong Cilik, kita harus hadir ditengah-tengah mereka,” katanya.

Untuk kali ini, kata Rapidin, DPD PDI Perjuangan Sumut memberikan bingkisan berupa Seragam Sekolah Lengkap mulai dari baju, celana dan rok, dasi, topi, tas sekolah hingga sepatu.

BACA JUGA :  Benahi Prasarana Olahraga, Pemko Medan Bangun Lapangan Gajah Mada Gunakan Dana CSR

Rapidin berharap bantuan ini bisa menambah semangat bagi anak Yatim Piatu dalam menuntut Ilmu ke depan.

“Semoga dengan batuan ini anak-anak kita bisa semakin terpacu untuk meraih cita-citanya, dan untuk kali ini kita membagikan 200 paket Seragam Sekolah” Ungkap Rapidin Simbolon.

Selain bantuan seragam sekolah, DPD PDIP Sumut juga membagikan bantuan 350 Paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir. Serta penyerahan secara simbolis lampu tenaga surya atau sollar Cell.

BACA JUGA :  Polda Sumut Siagakan 6.677 Personel Amankan Malam Tahun Baru dan Ibadah

“Meski tidak banyak, semoga dengan bantuan ini sedikit membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat Pandemi dan juga kesulitan akibat langka dan mahalnya minyak goreng. PDI Perjuangan tidak akan pernah teriak-teriak, akan tetapi memilih untuk langsung turun ke masyarakat dan membantu secara konkrit,” kata mantan Bupati Samosir tersebut.

Kegiatan dilaksanakan dengan penerapan prokes ketat. Masyarakat pun mengucapkan terimakasih atas kepedulian PDI Perjuangan. (red)