Peringati HUT Ke-44, DPP IARMI Sumut Gelar Dialog Kebangsaan

News205 Dilihat

MEDAN – Memperingati HUT Ke-44 Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Dewan Pengurus Propinsi (DPP) IARMI Sumatera Utara melaksanakan Sarasehan Dialog Kebangsaan, di Aula Bina Graha Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (2/3/2024)

Demikian disampaikan Ketua DPP IARMI Sumut Dr Drs M. Ismael P Sinaga M’Si didampingi Penasehat IARMI Sumut H. Ahmad Arif SE MM.

“Sekaligus juga untuk memperingati HUT Menwa Mahatara Sumut. Dialog ini untuk meningkatkan kesadaran kebangsaan yang dirangkai dengan ziarah ke Makam Pahlawan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif, Kapolrestabes  Cek Penyekatan di Sejumlah Titik

Seluruh rangkaian kegiatan dihadiri Dewan Penasehat, Dewan Pengurus dan pengurus dari Kabupaten-Kota serta satuan Menwa seperti dari USU dan UISU.

Ismael mengatakan, dialog kebangsaan ini untuk mengulang dan mengingatkan kembali sejarah Menwa dari zaman ke zaman kepada adik-adik mahasiswa.

“Kita ingin mengingatkan kembali bagaimana Menwa terlibat dalam sejarah bangsa Indonesia khususnya dalam mempertahankan NKRI, apalagi saat ini kita baru saja menggelar Pemilu. Ini momen yang tepat untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa,” katanya lagi.

BACA JUGA :  Tebar Kebaikan, Koordinator Wartawan DPRD Medan bersama Yayasan Lansia Merdeka Indonesia Berbagi Takjil

SILATURAHMI

Selain itu, kata Ismael, kegiatan yang diadakan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh anggota IARMI Sumut menjelang bulan suci Ramadhan. “Semoga di Ramadhan ini akan semakin meningkatkan keimanan kita,” tambahnya.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk bergabung dalam Resimen Mahasiswa sebagai media pembelajaran dalam berinteraksi dengan masyarakat. “Kita tidak ingin Menwa dinilai eksklusif, tapi justru harus kembali ke masyarakat,” tegas Ismael.

BACA JUGA :  Polda Sumut Tangkap 8 Pencuri dan Penadah Brondolan Sawit

Sesuai dengan semboyannya, Widya Castrena Dharma Siddha yang berarti penyempurnaan kewajiban dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan. “Artinya kita dituntut untuk terus belajar sekaligus juga harus berbakti,” ucap Ismael. (Red)