Pesan Tegas Dari Deklarasi Kanwil Kemenag Sumut

Medan, News, Politik136 Dilihat

Medan – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi menggelar deklarasi anti-perundungan di lingkungan madrasah.

Deklarasi ini diikuti ratusan peserta terdiri atas kepala madrasah, para guru, dan siswa siswi madrasah di Sumatera Utara secara virtual.”Kampanye anti-bullying (perundungan) ini sangat penting, terutama menciptakan iklim pendidikan yang positif,” ujarnya di Medan, Jumat.

Pihaknya menekankan pentingnya membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang dengan setiap siswa sehingga dapat belajar tanpa rasa takut atau tertekan.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Sumut Gelar Rapat FKLL Bersama Kepolisian Belawan & 11 Rumah Sakit, Bahas Peningkatan Layanan Korban Laka Lantas

“Kami berharap melalui deklarasi ini, seluruh madrasah di Sumatera Utara dapat meningkatkan kesadaran bahaya bullying serta mendorong peran aktif semua pihak menanggulanginya,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara Erwin Pinayungan Dasopang mengatakan kampanye anti-perundungan salah satu langkah Kemenag Sumatera Utara, terutama dalam mendorong tercipta madrasah yang inklusif, ramah, dan bebas dari kekerasan di wilayah itu.

BACA JUGA :  Sambut Ramadhan 1446 H, DPD Gerindra Sumut Berbagi Berkah untuk Masyarakat, Tukang Becak hingga Penggali Kubur

“Melalui zoom meeting diharapkan dapat menjangkau lebih banyak madrasah di daerah-daerah terpencil, dan mengedukasi siswa di seluruh madrasah tentang bahaya bullying,” ujarnya.

Data Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, jumlah lembaga raudhatul athfal (RA) atau taman kanak-kanak hingga madrasah di Sumatera Utara per 1 Januari 2024, sebanyak 4.844 unit dengan jumlah siswa 635.495 orang.

BACA JUGA :  Pasca Pemberitaan, Oknum Anggota DPRD Kabupaten Asahan Disinyalir Merasa Keberatan Kepada Ketua Komite UPTD SMPN 1 Pulau Rakyat

Mereka terdiri atas RA swasta 1.968 unit dengan siswa 86.302 orang, madrasah ibtidaiah negeri/swasta 1.067 unit dengan siswa 204.629 orang, madrasah sanawiah 1.192 unit dengan siswa 230.428 orang, dan madrasah aliah 617 unit dengan siswa 114.136 orang.

“Kami meminta madrasah aktif melakukan sosialisasi anti-bullying dengan membuat poster, spanduk dan dipajang di dinding kelas serta lingkungan madrasah,” ucap Erwin dikutip dari Antara. (red/ant)