Hadi Suhendra saat Reses : Tawuran di Belawan Sudah Banyak Korban Nyawa, Polisi Harus Tegas

Politik30 Dilihat

BELAWAN – Persoalan tawuran menjadi sorotan penting hingga berkali-kali dikeluhkan warga saat bertemu Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, dalam kegiatan Reses III masa sidang III Tahun 2024-2025 di Belawan II, Jalan Sumatera, Minggu (27/07/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, Perwakilan Disnaker, Perwakilan Polres Pelabuhan Belawan, Perwakilan Satpol PP Kota Medan, perwakilan dari Kecamatan Medan Belawan, perwakilan dari tiga Kelurahan, dan ribuan masyarakat di Kecamatan Medan Belawan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra menerima aspirasi masyarakat mulai dari perbaikan jalan, drainase, banjir rob, tawuran, dan lapangan pekerjaan.

Salah seorang warga Gang 7 Lingkungam 3 Kelurahan Belawan II, Andi Manik, kembali mempertanyakan kesepakatan bersama pemerintah setempat untuk Posko untuk keamanan mengantisipasi tawuran. Karena hingga saat ini, posko dimaksud belum terealisasi.

“Untuk masalah tawuran yang terjadi di Belawan ini kita tidak bisa saling menyalahkan siapapun, pentingnya kerjasama kita sebagai orangtua untuk menjaga dan mendidik anak kita masing-masing, dulu sempat ada kesepakatan sudah dibicarakan di kantor Lurah Belawan II, untuk didirikan posko-posko di setiap Lingkungan, saya juga sangat berterimakasih kepada kader Pemuda Pancasila bisa membantu keamanan di Lingkungan kami,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Natal Tinambunan, warga Kelurahan Belawan Bahagia. Ia mengeluhkan tawuran yang terus terjadi di kawasan Belawan.

Mirisnya, akibat tawuran yang kadang terjadi sejak subuh hingga pagi hari itu menyebabkan anak-anak tidak berani sekolah.

BACA JUGA :  Anis Matta Ajak Anak Muda Ikut Berpikir Tentang Situasi Geopolitik Sekarang

Para orang tua juga kuatir mengantar anaknya sekolah karena kuatir terimbas tawuran tersebut.

“Mau sekolah aja kta tidak berani pak. Kita takut anak-anak atau kita sendiri para orang tua jadi korban salah sasaran saat tawuran. Ini kondisi yang sudah betul-betul gawat,” ucapnya.

Ia juga menyorot aksi bajing loncat yang kerap beraksi di Simpang Sicanang. Aksi para bajing loncat ini sering divideokan dan menjadi viral.

“Terus terang, kita malu sebagai warga kawasan Medan Utara khususnya Belawan. Citra kita terlihat buruk dengan aksi para bajing loncat ini. Kira minta pihak kepolisian bersikap tegas, apalagi aksi itu sering terjadi terang-terangan di siang hari,” ungkapnua.

Lebih lanjut, Natal Tinambunan kemudian mengeluhkan proyek drainase yang diklaim selesai, namun tak berdampak nyata bagi warga.

“Proyek sudah selesai, tapi kampung kami masih tenggelam saat hujan. Kami tidak tahu di mana letak manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara, Rindi Rayani dari komunitas Teater Dermaga Belawan, menyuarakan kebutuhan anak muda Belawan untuk mendapatkan wadah ekspresi dan kreativitas.

“Banyak anak Belawan yang pintar tapi tidak punya ruang untuk berkembang. Jangan biarkan potensi mereka habis di jalan karena tawuran,” harapnya.

Merespon keluhan warga, Hadi Suhendra mengatakan persoalan tawuran di Belawan tidak dapat dilepaskan dari masalah pengangguran, pendidikan yang rendah, dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih tertinggal. Dia juga mengingatkan, dampak tawuran tidak hanya melukai fisik, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi keluarga korban.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Ikuti Peresmian Layanan PBG 10 Jam Selesai

Hadi Suhendra berharap kepada bapak PLH Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman agar dilaksanakan dan diteruskan apa yang pernah dibuat bapak Joshua Tampubolon, karena selama masa jabatan bapak Joshua Tampubolon menjadi Kapolres Pelabuhan Belawan tawuran di Belawan dapat teratasi.

“Menurut saya apa yang telah bapak Joshua Tampubolon lakukan pada masa itu berhasil tawuran dapat teratasi, saya mohon diteruskanlah apa yang dibuat bapak Joshua Tampubolon. Berikan tindakan tegas kepada pelaku tawuran agar ada efek jera sama anak-anak yang buat aksi tawuran. Karena tidak main-main, tawuran hari ini bukan hanya luka saja, tapi nyawa. Sudah berapa banyak nyawa hari ini yang menjadi korban. Yang saya hitung saja tidak kurang dari 10 nyawa. Ini tidak main-main lagi, jadi saya berharap hari ini di bawah PLH Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman agar ini bisa teratasi,” harap Hadi Suhendra.

Hendra kemudian meminta Camat Medan Belawan dan para lurah untuk segera mendorong kepling membentuk posko di wilayah masing-masing. Ia bahkan menawarkan bantuan pribadi jika posko tersebut dikelola untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak usah pakai proposal. Kalau untuk masyarakat, telepon saya saja langsung. Kita gotong royong saja,” tegasnya.

Sementara itu, persoalan banjir Belawan menjadi perhatian serius DPRD. Dia akan menindaklanjuti proyek yang belum tuntas dan mendorong penanganan banjir rob serta peninggian jalan melalui anggaran tahun mendatang.

BACA JUGA :  DPRD Medan Tinjau Penimbunan Hutan Mangrove, Hadi Suhendra: Tindak Tegas Pengusaha Nakal

Hendra juga menyambut baik aspirasi komunitas Teater Dermaga Belawan, dan bahkan berkomitmen mendorong agar komunitas seni anak muda Belawan tampil di Lapangan Merdeka Medan secara rutin. Dia juga membuka pintu agar komunitas mendapat dukungan sarana dan tempat latihan.

Di akhir, Hadi Suhendra kembali menegaskan komitmennya membangum kawasan Medan Utara, termasuk Medan Belawan.

“Saya tidak ingin anak-anak kita di usia 30 tahun mendatang merasakan kesulitan yang sama seperti kita hari ini. Kalau kita diam, Belawan tidak akan berubah. Saya hadir untuk mencatat, menyampaikan, dan memperjuangkan aspirasi warga ke Wali Kota dan lembaga-lembaga terkait,” ujarnya.

Hadi Suhendra mengungkapkan, ia bersama wakil rakyat lainnya dari Medan Utara sedang memperjuangkan agar 30% APBD Kota Medan dialokasikan khusus untuk pembangunan Medan Utara, yang selama ini dinilai tertinggal dari kawasan lain.

“Kami sudah sepakat, kalau ini dikabulkan, Belawan akan berkembang lebih cepat. Infrastruktur bisa dibenahi, banjir ditangani, dan lapangan kerja lebih banyak terbuka,” ujarnya.

Selain keamanan, ungkap politisi Partai Golkar ini, masalah pendidikan gratis dan perluasan lapangan kerja juga menjadi fokus dan isu penting yang terus ia perjuangkan. Salah satumua dengan mendorong realisasi pembangunan SMP baru di Belawan dan pelatihan kerja.

“Saya ingin anak-anak Belawan punya akses pendidikan yang gratis dan berkualitas, setara dengan anak-anak di pusat kota,” ucapnya. (Red)