Bobby Nasution Kembangkan Pelabuhan Roro Jadi Pusat Distribusi Logistik di Kepulauan Nias

Sumut49 Dilihat

NIAS – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau Pelabuhan Roro di Kota Gunungsitoli. Pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi pusat distribusi logistik untuk Kepulauan Nias.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan jika pelabuhan ini dibangun oleh Kementerian Perhubungan pada 2019 dan diserahkan ke Pemkot Gunungsitoli. Dalam proses pengembangan nanti, aset pelabuhan bakal diserahkan sementara ke Pemprov Sumut.

“Dibangun 2019 oleh Kementerian Perhubungan, kemarin Mei 2026 sudah diserahkan sepenuhnya aset pelabuhan ini ke Gunungsitoli,” kata Yuda Pratiwi Setiawan saat paparan ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution, Kamis (16/7/2026).

Yuda menjelaskan jika pelabuhan ini selama ini digunakan untuk pelabuhan penumpang tujuan Kabupaten Aceh Singkil. Dermaga kapal nanti juga bakal dikembangkan sehingga kapal besar dapat berlabuh.

BACA JUGA :  Dialog Bareng Cipayung Plus, Bobby Nasution Paparkan Program Pengendalian Bahan Pokok

“Untuk dermaga panjangnya 90 meter, pelabuhan ini hanya menampung kapal penumpang seminggu 3 kali itu dari Singkil dengan muatan kapal kecil, kapal mutiara, sehingga kondisi dermaga ini belum bisa kita buat jadi dermaga logistik,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumut, Dikky Anugerah, menjelaskan pengembangan pelabuhan direncanakan dikerjakan dalam 3 tahun. Tahun 2029 awal, pelabuhan logistik ditargetkan bakal beroperasi.

“Tujuannya kan akhirnya kita punya pusat distribusi zona Kepulauan Nias, kalau desain yang kita siapkan Pak Gubernur ada 3 tahun, 2026 ini memang persiapan perencanaan, di 2027 sudah persiapan teknis dan pembangunan infrastruktur, sambil berjalan kita sudah menyiapkan penyelesaian operasional di 2028,” jelas Dikky Anugerah.

BACA JUGA :  IM3 Gelar Turnamen Mobile Legend di Tanjung Balai

Pelabuhan Roro bakal menjadi pusat logistik untuk Kepulauan Nias. Sehingga harga di Kepulauan Nias terkendali.

“Pusat distribusi ini bukan hanya mengirim barang luar ke dalam, tapi juga komoditas lokal untuk didistribusikan (ke luar). Kalau ini tercapai, pengendalian harga termasuk inflasi tidak tergantung pada distribusi barang dari luar,” ujarnya.

Dikky menuturkan dalam pengembangan pelabuhan ini direncanakan memakai alternatif finance. Termasuk juga dalam pengelolaannya ke depan.

BACA JUGA :  Forwakum Sumut adakan family gathering bangun soliditas anggota 

“Termasuk juga ini kan ada pusat logistik dan pengelolaannya juga Pak, jadi rencana memang ada alternatif finance yang lagi kita siapkan, apakah misalnya bekerjasama dengan BUMD kita atau dengan pihak swasta,” tuturnya.

Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoly menyebutkan jika pihaknya bakal menyiapkan kekurangan lahan untuk pengembangan. Luas lahan di Pelabuhan Roro saat ini 2,5 hektare.

“Sesuai dengan komitmen awal bahwa Pemerintah Kota Gunungsitoli akan menyiapkan kekurangan lahan yang dibutuhkan dalam pengembangan ini, seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli kami mendahulukan mengucapkan terima kasih,” sebut Sowa’a Laoly. (Red)