Panen Padi Petani Sipirok Meningkat

Sumut261 Dilihat

Tapanuli Selatan – Produksi gabah padi petani pada panen kali ini di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Sarogodung, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meningkat.

“Produksinya mencapai 6,4 ton per Ha dari sebelumnya sekitar 6 ton per Ha atau kenaikan 400 Kg,” kata Rahadian Pakpahan, PPL Sarogodung, Rabu (22/1).

Menurutnya, hal itu terjadi setelah di ubin di lahan panen gabungan kelompok tani Saba Bolak, Desa Baringin, Sipirok, di wilayah kerjanya.

BACA JUGA :  Yusuf Menangi Gugatan terhadap Kemenhut, Namun 30 Tahun Tidak Dieksekusi

Ia menyatakan bahwa peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari penggunaan pupuk organik cair BAM yang diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Daerah Tapsel.

Teknologi ini terbukti meningkatkan produktivitas dari sebelumnya 6 ton per hektare menjadi 6,4 ton per hektare. Varietas padi yang ditanam meliputi mikongga, ciherang, dan impari 12.

“Kami berharap penggunaan pupuk organik ini terus didukung, karena hasilnya sangat signifikan dalam meningkatkan produksi padi,” kata Rahadian.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Gelontorkan Rp472 Miliar untuk Program Berobat Gratis di Tahun 2026

Acara panen ini selain dihadiri PPL, BPP Sipirok, mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Tapsel, serta Dinas Pertanian Daerah Tapsel, bersama Gapoktan Saba Bolak dan koptan.

Elly Lubis, Bidang Produksi Dinas Pertanian Tapsel, menyampaikan bahwa penggunaan pupuk organik cair BAM menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

BACA JUGA :  Santunan Lebih Dari 30 Juta Rupiah Diberikan Oleh Maxim Medan Melalui YPSSI

“Kami akan terus mendorong inovasi-inovasi pertanian agar petani di Tapanuli Selatan semakin sejahtera,” tegas Elly dikutip dari Antara.

Lebih jauh Rahadian menambahkan bahwa untuk harga jual gabah kering panen (GKP) di wilayah kerjanya saat ini mencapai Rp5.800 per kilogram, yang juga merupakan kabar baik bagi petani. (red/ant)