Pengelolaan Keuangan Daerah Medan: Fraksi Demokrat Minta Akses Publik Dibuka, Nasdem Ragukan Kemampuan Aparat

Sumut218 Dilihat

MEDAN – Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membuka akses seluas-luasnya kepada publik agar bisa mendapatkan informasi pengelolaan anggaran dan program pembangunan Kota Medan.

Dan itu seiring dengan tuntutan perkembangan di era digitalisasi dan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Untuk itu, Pemko Medan wajib menyediakan informasi keuangan daerah kepada publik.

BACA JUGA :  Pemprov Sumut Telah Tindaklanjuti 97,5% Aduan Masyarakat Melalui SP4N Lapor!

Penegasan itu disampaikan Ishaq Abrar Mustafa Tarigan saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Demokrat tentang Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Mesan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 1, Medan, Senin (1/8/2022).

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE, turut dihadiri Walikota Medan Bobby Nasution dan Wakil Walikota Aulia Rachman, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lainnya.

BACA JUGA :  Polres Palas Tes Urine Pengemudi Bus dan Betor

Fraksi Partai Demokrat menilai pengelolaan anggaran Pemko Medan selama ini belum transparan, padahal di era digitalisasi ini keinginan publik untuk mencari informasi cukup tinggi.

“Jika memberi akses seluas-luasnya tentang informasi pengelolaan keuangan daerah kepada publik, tentu akan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui program Pemko Medan dan mengawasi anggaran tersebut,” kata Ishaq Abrar.

BACA JUGA :  RDP Arisan Bidan di DPRD Medan Batal, Komisi II akan Panggil Kembali Ketua HOBISUI

Sementara itu, Fraksi Partai Nasdem dalam Pemandangan Umum menyoroti soal kemampuan aparat Pemko Medan mengelola keuangan daerah.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan, Afif Abdillah, yang membacakan langsung pemandangan umum fraksi, justru mempertanyakan kehandalan aparat Pemko Medan dalam mengelola keuangan.

“Sudah siapkah Pemko Medan menetapkan sistem pengelolaan keuangan yang profesionalisme?,” ungkap Afif meragukan. (Red)