BEI Literasi Pasar Modal ke Desa Adat dan Pacalang di Bali

Bisnis121 Dilihat

MEDAN-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara simbolis melakukan penandatanganan Pencanangan Literasi serta Inklusi Pasar Modal kepada Desa Adat dan 1.000 Pacalang di Bali.

Keterangan terulis diterima redaksi, Selasa (31/1/2023) disebutkan, kegiatan dilakukan bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bekerja sama dengan PT BRI Danareksa Sekuritas.

“Pencanangan Literasi dan Inklusi Pasar Modal kepada Desa Adat dan 1.000 Pacalang di Bali kami harapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai investasi, khususnya di Bali agar tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus ke dalam investasi ilegal atau bodong, dan modus-modus penipuan investasi lainnya”, ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman.

BACA JUGA :  RUPST PGN 2025 Setujui Bagikan Dividen Sebesar 80% Laba Bersih 2024 Setara USD 271,5 Juta

Hadir pada kegiatan yabg digelar pada Jumat (27/1/2023) tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster.

I Wayan menyatakan Pemprov Bali mendukung kegiatan edukasi dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Bali agar lebih mengenal dan memanfaatkan pasar modal untuk meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi masyarakat Bali.

Berdasarkan data, jumlah investor dalam negeri di pasar modal Indonesia tumbuh secara signifikan selama tahun 2022 yang telah mencapai 10.311.152 single investor identification (SID) dan jumlah investor saham sebanyak 4.439.933 SID.

BACA JUGA :  Tingkatkan Ekonomi Sumut, BI Panen Perdana Demplot Klaster Kopi di Dairi

Meningkatnya investor pasar modal tersebut tentu tidak hanya didorong oleh kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang dilakukan secara masif, tapi juga karena adanya kemudahan dalam membuka rekening efek yang dapat dilakukan secara online.

Program literasi dan inklusi pasar modal ini akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Kantor Perwakilan BEI Bali.

Dengan didukung OJK dan PT BRI Danareksa Sekuritas, diharapkan pemahaman mengenai investasi pasar modal di Desa Adat, serta para Pacalang di Bali dapat ditingkatkan.

BACA JUGA :  PUD Pasar Medan Kolaborasi dengan Kodim 0201/Medan, Gelar Karya Bakti di Dua Pasar

Program ini sekaligus juga sebagai apresiasi pasar modal Indonesia terhadap Desa Adat serta Pacalang dalam menjaga kelestarian adat budaya Bali.

selain itu juga sebagai upaya meningkatkan literasi pasar modal, kami berusaha untuk terus bersinergi menggencarkan program-progam edukasi ke berbagai pihak.

“Program ini diharapkan juga dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat luas akan investasi pasar modal, ujarnya.

Selain itu, ke depannya diharapkan pula agar sinergi, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan dapat semakin meningkat dan seluruh pihak dapat semakin berperan aktif  dalam mengembangkan pasar modal Indonesia. (swisma)