Melalui BTM, Muhammadiyah Perkuat Dakwah Ekonomi

Bisnis120 Dilihat

JOGJA- Muhammadiyah terus berupaya memperkuat dakwah ekonomi melalui pembangunan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau setingkat kabupaten/kota. BTM Merupakan gerakan dakwah ekonomi Muhammadiyah, dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS).

Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada mengatakan saat ini Muhammadiyah tidak hanya fokus pada pendidikan dan kesehatan, namun seiring waktu berjalan kini mengarah ke korporasi ekonomi sebagai salah satu dakwahnya. Karena seiring perkembangan, Muhammadiyah memiliki kapasitas kuat untuk melakukan kapitalisasi aset.

BACA JUGA :  BSI Bank Pembayar Zakat Terbesar di RI, Serahkan Rp787,5 Miliar Selama 4 Tahun

“Tidak hanya sebatas tatanan strategis dan praksis tetapi meluas hingga wilayah strategis manajemen,” katanya dalam Muhammadiyah Microfinance Summit III di Jogja, Jumat (13/12/2024).

Ihwan memberikan gambaran terkait raksasa teknologi Microsoft melakukan restorasi manajemen sehingga menghasilkan keuntungan yang besar. Hal itu bisa menjadi pelajaran bagi persyarikatan dalam konteks memperluas radius dahwah ekonomi berjamaah di semua lini dengan semangat satu PDM satu BTM. Meski belum semua PDM di Indonesia memiliki bTM namun ke depan harus menjadi langkah kuat.

BACA JUGA :  Dukung Rico Waas Kembangkan Produk Lokal, BSI Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 1.500 UMKM

“BTM kami di Jogja berdiri sejak 1996, memang perlu nafas panjang untuk memperjuangkan ekonomi,” katanya.

Ketua Panitia Induk BTM Achmad Suud menambahkan melalui Muhammadiyah Microfinance Summit III diharapkan dapat membangkit seluruh sistem dan umat di persyarikatan Muhammadiyah agar punya komitmen bersama dalam membangun ekonomi. Karena setiap upaya pengembangan ekonomi akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

BACA JUGA :  Pegadaian dan BSI Jadi Pelopor Bank Emas, Pilihan Investasi Aman dan Sesuai Syariah

“Salah satunya melalui satu BTM di setiap satu PDM. Bagaimana kita membangun BTM agar bisa berkembang. Karena BTM ini lahir karena memang dahulu lembaga keuangan lain dinilai nilai tawarnya terlalu rendah,” katanya. (hjgj/isl)