Meski Pandemi, Pasar Modal Torehkan Pencapaian Positif

Bisnis139 Dilihat

MedanKlik.Com, MEDAN- Menyongsong perkembangan pasar modal Indonesia yang lebih baik ke depannya, perdagangan saham 2021 yang ditutup Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartart disaksikan seluruh pelaku pasar secara virtual Kamis (30/12).

“Sepanjang 2021, pasar modal Indonesia menorehkan sejumlah pencapaian yang positif meski masih dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19,” ungkap Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution Kamis (30/12/2021)

BACA JUGA :  Terpilih Secara Aklamasi, El Adrian Shah Pimpin Hanura Sumut

Disebutkannya, aktivitas pasar modal sepanjang 2021 bertumbuh secara positif. Hal itu tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencapai level 6.600,68 pada 29 Desember 2021 (meningkat 10,4 persen dari posisi Des-20).

Pertumbuhan IHSG tersebut bahkan sempat menembus rekor baru, yakni di level 6.723,39 pada 22 November 2021, melampaui IHSG sebelum terjadinya pandemi.

Sementara itu, kapitalisasi pasar pada 29 Desember 2021 mencapai Rp8.277 triliun atau naik hampir 18 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2020 yakni Rp6.970 triliun.

BACA JUGA :  Ciptakan Perubahan Kecil Untuk Wujudkan Resolusi Baru di 2022 bersama Shopee

Demikian juga aktivitas Perdagangan turut membukukan kenaikan yang signifikan dibandingkan akhir tahun lalu.

Rata – rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) tercatat di angka Rp13,39 triliun atau naik lebih dari 45 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu yakni Rp9,2 triliun.

Selanjutnya, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai angka 1,29 juta kali transaksi atau naik 91 persen dibandingkan akhir 2020 dan merupakan nilai tertinggi jika dibandingkan dengan Bursa di Kawasan ASEAN sepanjang tiga tahun terakhir.

BACA JUGA :  Haris Kelana Minta RPH dan Dinas Terkait Perketat Masuknya Sapi Terserang PMK

Pertumbuhan signifikan juga tercermin pada rata – rata volume transaksi harian yang telah mencapai 20,6 miliar saham atau naik lebih dari 80 persen dibandingkan akhir tahun lalu.( swisma)