Pemprov Sumut Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama

Nasional122 Dilihat

JAKARTA -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, pada acara Hub Space 2024 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2024).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj Gubernur Sumut, Agus Fatoni. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Pemprov Sumut dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan, bersama 76 pemerintah daerah lainnya.

BACA JUGA :  Kajati Kepri Lantik 6 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Menhub, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas transportasi bagi masyarakat. “Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil meningkatkan pelayanan transportasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi warganya,” ujar Budi Karya.

Kadishub Sumut, Agustinus Panjaitan, yang mendampingi Pj Gubernur Sumut dalam acara tersebut, menyampaikan, penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat Pemprov Sumut dalam membenahi layanan transportasi, terutama di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang).

BACA JUGA :  Kejaksaan Agung Periksa 7 Orang Saksi Terkait Perkara Minyak Mentah PT Pertamina

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa kami serius memperbaiki transportasi perkotaan. Kami sudah melakukan berbagai langkah, seperti menyusun Sustainable Urban Mobility Plan atau SUMP pada 2020 dan menandatangani MoU Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Jalan atau BRT di kawasan Mebidang pada 2022,” jelas Agustinus.

Ia menambahkan, pada 2023 Pemprov Sumut bersama Kementerian Perhubungan, AFD Prancis, dan World Bank telah meluncurkan MASTRAN Project untuk pembangunan transportasi massal berbasis BRT di Mebidang.

BACA JUGA :  10 Perusahaan Pro Koperasi Terima Penghargaan

“Proyek BRT ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan layanan transportasi massal yang lebih efisien dengan fasilitas halte dan infrastruktur pejalan kaki yang lebih baik,” pungkas Agustinus. (Red)