‘Jasa Raharja Mengajar’ di FISIP USU, Membangun Literasi Manajemen Risiko di Era Modern

News67 Dilihat

MEDAN – Program “Jasa Raharja Mengajar” kembali Ke Universitas Sumatera Utara (USU). Kali ini menyambangi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan tema “Manajemen Risiko: Pentingnya Perlindungan di Era Modern.”

Kegiatan yang berlangsung pada 3 Oktober 2024 ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari Fakultas FISIP USU.

Dalam acara ini, Jasa Raharja berupaya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai manajemen risiko dan pentingnya strategi perlindungan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  HUT ke-42 Yayasan Kemala Bhayangkari, Kapoldasu: Semoga Semakin Berkarya dan Berprestasi

Pembicara utama, Rizky Pangaribuan, menjelaskan berbagai jenis risiko yang dihadapi individu dan organisasi, serta cara-cara untuk mengelolanya dengan efektif.

“Manajemen risiko bukan hanya tentang menghindari bahaya, tetapi juga tentang mempersiapkan diri dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin terjadi,” ujar Rizky dalam pemaparannya.

Ia juga menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan risiko yang baik untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.

BACA JUGA :  Dukung Kapolri, Forum Pemuda Kebangsaan Rekomendasikan 5 Butir Pernyataan Sikap

Sesi interaktif dalam acara ini memungkinkan mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai manajemen risiko yang mereka hadapi di lingkungan akademis maupun di kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyusun strategi mitigasi risiko.

Melalui program “Jasa Raharja Mengajar,” diharapkan mahasiswa FISIP USU dapat lebih memahami pentingnya manajemen risiko dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

BACA JUGA :  Nekat Antar 200 Kg Ganja Dari Aceh Tujuan Riau Rizal Dituntut Hukuman Mati

Rencananya, Jasa Raharja akan melanjutkan program ini ke beberapa universitas lain di Sumatera Utara untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai manajemen risiko.

Dengan upaya ini, Jasa Raharja berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya manajemen risiko di kalangan generasi muda, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. (Red)