Polemik Plat BL-BK, Gelora Aceh Minta Mualem dan Bobby Selesaikan dengan Ngopi Bareng

Politik123 Dilihat

BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Provinsi Aceh menyerukan agar polemik razia kendaraan berpelat BL di Sumatera Utara tidak semakin meluas.

Ketua DPW Partai Gelora Aceh, Dicky Saputra, meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution segera duduk bersama untuk mencari solusi.

Menurutnya, dialog antara kedua kepala daerah perlu dilakukan dalam suasana hangat dan bersahabat, bukan hanya di ruang rapat formal, melainkan dengan pertemuan sederhana yang merepresentasikan niat baik.

BACA JUGA :  KPU Kota Medan Umumkan Rancangan Dapil DPRD

“Segera duduk bersama dalam suasana hangat dan bersahabat. Bukan di ruang rapat yang kaku, melainkan di meja sederhana, ditemani secangkir kopi dan niat baik untuk menyelesaikan ketegangan yang terjadi di lapangan, khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Dicky kepada media, Rabu (1/10/2025).

Dicky mengungkap, bahwa dinamika pemerintahan dan perbedaan pandangan antardaerah adalah hal yang wajar dalam negara demokratis. Namun, semangat persaudaraan, sejarah kebersamaan, dan cita-cita luhur untuk membangun negeri jauh lebih penting daripada perbedaan administratif seperti pelat kendaraan atau batas wilayah maupun PAD.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenagsu Tekankan  Peran Penting Guru BK Bentuk Karakter Siswa

Selain itu, ia menilai bahwa masalah ini bukan sekadar soal teknis. Melainkan tetang bagaimana menjaga harmoni sosial, rasa aman, dan kepercayaan antar masyarakat.

“Ini tentang bagaimana kita mewariskan semangat persatuan kepada generasi mendatang anak-anak kita yang kelak akan tumbuh di tanah yang sama, berbagi udara yang sama, dan bermimpi dalam bahasa yang sama Indonesia,” tegasnya.

Pihaknya percaya, pertemuan dua pemimpin besar dari dua daerah yang kaya akan budaya dan sejarah ini akan menjadi simbol kuat bahwa dialog selalu lebih unggul daripada konflik, bahwa duduk bersama adalah langkah awal menuju solusi yang adil, bijak, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Pasca Debat, Mobil Rombongan Bobby Nasution Dilempar Batu oleh Massa Pendukung di Luar Hotel

“Kami menunggu, Pak Gubernur. Bukan hanya keputusan, tapi juga keteladanan. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia bahwa Aceh dan Sumatera Utara adalah contoh kedewasaan demokrasi, kekuatan budaya, dan semangat gotong royong yang tak lekang oleh waktu,” pungkasnya.