Dua Tahun Buron, Dalang Pelaku Pembunuhan Ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan di Padang Lawas

News109 Dilihat

MEDAN-Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan dalang pelaku pembunuhan terhadap korban Henri Goh (28) yang terjadi di Desa Sampali, Percut Seituan pada Jumat  (15/5/2020) lalu.

Pelaku inisial AP diamankan dari kampung halamannya di daerah Sosa, Padang Lawas.

“Pelaku diberikan tindakan tegas dan terukur, karena pada saat ditangkap pelaku melawan petugas,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH melalui Kanit Pidum AKP Muhammad Reza SIK, Kamis (29/9/2022).

BACA JUGA :  23 Orang Korban Meninggal Dunia di Gunung Marapi

AKP Reza menjelaskan kasus pembunuhan itu terjadi pada tahun 2020 lalu, dimana salah satu pelaku inisial AAH telah diamankan dan masih menjalani hukuman.

“Jadi selama dua tahun petugas tetap melakukan pengejaran dan memburu pelaku, dimana pada tahun 2022 tepatnya seminggu yang lalu kami mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di kampung halamannya yakni di daerah Sosa, Padang Lawas,”ujarnya.

BACA JUGA :  Garda Taput Ajak Masyarakat Rajut Kembali Kebersamaan Pasca Pilkada

Mendapat informasi keberadaan pelaku, petugas kemudian melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku.

“Pada saat penangkapan, petugas cukup mengalami beberapa kendala dikarenakan pelaku bersembunyi ditengah tengah kebun sawit sehingga kendaraan petugas tidak bisa masuk dan sinyal telepon sangat sulit untuk digunakan,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan motif pelaku nekad melakukan pembunuhan tersebut dikarenakan faktor sakit hati.

BACA JUGA :  Kendalikan Sabu Dari Rutan Tj Gusta Medan Dua Narapidana 13 Tahun Kembali Diadili

“Pelaku mengaku sakit hati karena korban tidak memberikan komisi dari hasil penjualan mobil yang telah disepakati dari awal,”sebutnya.

AKP Reza menambahkan Polrestabes Medan akan terus mengejar dan memburu para pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga kota Medan.

“Kami akan terus mengejar dan memburu hingga menangkap para pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga kota Medan,” pungkasnya.(esa)