Wajib Isi Absen saat Libur Semester, Guru PNS di Kota Medan Mengadu Ke Ihwan Ritonga

News206 Dilihat

MEDAN – Sejumlah guru PNS yang mengajar di beberapa di SD dan SMP di Kota Medan, mengeluhkan nasib mereka yang tidak diberi izin liburan di saat anak-anak sekolah sudah memasuki masa liburan semester.

Mereka pun akhirnya mendatangi Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga SE MM Senin sore ( 27/6/2022) untuk menyampaikan keluhan mereka tersebut.

Salah seorang guru mengaku kecewa dengan kebijakan dinas pendidikan Kota Medan yang memerintahkan mereka untuk tetap bekerja dengan melakukan absensi secara online

BACA JUGA :  Ihwan Ritonga Ajak Warga Gemar Berolahraga saat Sosialisasi Perda di Jalan Turi

“Padahal sejak Sabtu 25 Juni 2022, seluruh sekolah di Kota Medan sudah melaksanakan libur semester sekolah selama dua minggu ke depan, usai anak-anak sekolah menerima raport kenaikan kelas di tingkat SD dan SMP,” katanya, enggan menyebutkan nama.

Sebagai seorang tenaga pengajar di sekolah, para guru PNS ini mengaku juga butuh liburan untuk bisa berkumpul dengan keluarga. Apalagi selama ini jam kerja mereka sebagai PNS tidak sama dengan ASN atau PNS lainnya yang ada di pemerintahan. Mereka bekerja selama 6 hari sejak Senin hingga sabtu. Sementara ASN atau PNS lainnya cuma bekerja selama 5 hari, Senin hingga Jumat.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan di BEST HC Award 2025, Buktikan Unggulnya Kepemimpinan dan Inovasi SDM

Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga tampak sempat terkejut dengan keluhan para guru PNS tersebut.

Menyikapi keluhan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Ihwan Ritonga SE MM pun meminta agar Dinas Pendidikan Kota Medan supaya bersikap toleran terhadap para guru PNS yang mengajar di SD dan SMP di Kota Medan.

BACA JUGA :  Pos Bloc Medan, Lapangan Merdeka & Kota Lama Kesawan Jadi Satu Kawasan Ekonomi Bangkitkan UMKM

Menurut Ihwan, mereka juga butuh refresing dan liburan dengan keluarga. Ihwan berjanji akan menyampaikan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Kota Medan, agar dinas pendidikan kota medan memahami keluhan para guru PNS tersebut. (Red)