Diplomasi Bubur Lambuk, Konsulat Jenderal Malaysia Medan Berbagi Takjil

News261 Dilihat

MEDAN -Konsulat Jenderal Malaysia (KJM) di Medan gelar program pembagian takjil Bubur Lambuk, makanan khas Malaysia kepada warga Medan, Kamis (21/3/2024).

Diplomasi bubur lambuk itu dibagikan sebanyak lebih dari 700 paket bertepatan dengan 10 Ramadan 1445 Hijriah di depan gedung Konsulat Jenderal Jalan Diponegoro Medan dan beberapa lokasi di Kota Medan.

Shahril Nizam Abdul Malek, Konsul Jenderal Malaysia secara langsung membagikan takjil tersebut kepada warga yang sedang melintas di jalan raya.

BACA JUGA :  Miliki 2.000 Pil Ekstasi, Hukuman Anggota DPRD Tanjung Balai Diperberat PT Medan Jadi 15 Tahun Penjara

Selain itu juga disalurkan kepada kepala dinas- dinas di pemerintahan provinsi Sumatera Utara.

Tidak hanya itu, KJM di Medan juga turut melakukan kunjungan konsuler dan memberikan bubur lambuk kepada tahanan warga Malaysia di pusat tahanan di Medan.

Shahril Nizam Abdul Malek menyebutkan, program ini bertujuan untuk memperkenalkan dan berbagi tradisi bubur lambuk, makanan khas  yang terkait dengan Ramadan di Malaysia.

BACA JUGA :  Konsolidasi Partai, Ihwan Ritonga: Gerindra Medan Siap Jadi Barometer di Sumut

Dengan slogan ‘Bersama Berkongsi Tradisi Sambil Bersilaturahim’, acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara komunitas Malaysia di Medan, khususnya anggota KJM dan para pelajar Malaysia, dengan masyarakat Indonesia di Medan.

Kegiatan ini merupakan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk Persatuan Wanita Kementerian Luar (Perwakilan) Medan, Klub Olahraga, Kebajikan, Rekreasi, dan Sosial KJM Medan, serta Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI).

Lebih dari 50 anggota panitia penyelenggara, yang dipimpin  Letnan Komander Shahrizan Sahari, Pegawai Hubungan Angkatan Laut DiRaja Malaysia (TLDM), turut serta dalam menyediakan tiga kawah bubur lambuk sejak pukul 8 pagi di halaman KJM di Medan.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Cabang Kisaran Serahkan Santunan Santunan Meninggal Dunia Kurang dari 24 Jam

Shahril Nizam Abdul Malek berharap inisiatif ini dapat terus memperkuat hubungan antar manusia (people-to-people relations), yang merupakan salah satu pilar keakraban hubungan dua arah antara Malaysia dan Republik Indonesia. ( swisma)