Wakapolres Nisel Pimpin Personil Nisel Timbun Jalan Berlubang di Kecamatan Lahusa

News100 Dilihat

NIAS SELATAN – Kondisi ruas jalan lintas yang menghubungkan antara Kecamatan Somambawa dan Kecamatan Lahusa cukup memprihatinkan.

Jalan utama yang yang menjadi akses utama masyarakat tersebut terlihat banyak berlubang. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara sepeda motor dan roda empat.

Melihat kondisi jalan yang rusak akibat berlubang dan digenangi air hujan, personil Polres Nias selatan, dipimpin Wakapolres Nias Selatan Kompol Arius Zega, melakukan bakti sosial untuk membantu masyarakat guna menimbun ruas jalan berlubang, Jumat, (17/05/2024)

BACA JUGA :  Bapenda Kota Medan Gelar Rapat Koordinasi Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor 2025

Kegiatan bakti sosial timbun jalan berlubang tersebut dipimpin langsung Wakapolres Nias Selatan Kompol Arius Zega dengan membawa personil sekitar 25 orang.

 

Melalui Wakapolres Nias Selatan, Kapolres Nias Selatan AKBP Boney Wahyu Wicaksono SIK mengatakan bahwa kegiatan bakos yang dilakukan tersebut merupakan wujud Polri peduli keselamatan berlalulintas masyarakat, dengan membantu masyarakat guna menekan angka kecelakaan karena ada jalan yang berlubang.

BACA JUGA :  JERNIH Sumut : Pj Gubsu Sebaiknya Tunda Pemilihan Direktur Perumda Tirtanadi hingga Pilkada Usai

Perbaikan dengan menimbun kembali jalan yang berlubang ini sebagai upaya bersama guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) sekaligus terjalinnya hubungan yang baik antara Polri dengan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Kapolres hal ini dilakukan karena lokasi tersebut rentan terjadi kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi sering menghindari lubang di jalan.

“Apalagi disaat musim hujan dimana lubang pada jalan tersebut tertutup oleh genangan air sehingga kondisi lubang tidak terlihat oleh pengguna jalan yang melintas,” terang Waka

BACA JUGA :  Aksinya Viral, Pelaku Pencurian dan Pembakaran Toko Grosir di Percut Sei Tuan Ditangkap

“Kegiatan penimbunan ini kami lakukan selama satu hari dengan menggunakan mobil bak terbuka atau pick up untuk mengangkut batu dan tanah timbunan,” jelas Wakapolres. (Topsumut / red)